Bendungan Raknamo Dipastikan Selesai Juli 2017

Pembangunan Bendungan Raknamo kini memasuki proses akhir dimana pekerjaan utama sudah selesai. Menurut Pelaksana Harian PT. Waskita Karya, Yodo Budi Setiawan didampingi Pengawas lapangan Gerson Lalang yang ditemui dilokasi proyek mengatakan pekerjaan inti bendungan sudah selesai dan sudah mencapai top level (tingkat tertinggi), tubuh bendung dan spillway sudah mencapi 90%, sedangkan maindam  menyisakan rip rap, spillway yang menyisakan pekerjaan cutway, untuk area genangan tinggal clearing. Untuk mendukung pembangunan bendungan Raknamo, PT. Waskita Karya  melibatkan sekitar 300-400 pekerja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan berbagai keahliannya. Tetapi menjelang akhir pekerjaan, jumlah para pekerja dikurangi secara perlahan sesuai dengan volume pekerjaan, dimana saat ini hanya tersisa sekitar 150 pekerja. Dalam pelaksanaan pekerjaan selama ini menurutnya tidak menghadapi kendala yang berarti, kecuali pada musim hujan dimana pekerjaan dihentikan sementara sambil menunggu hujan berhenti. Senada dengan itu pengawas lapangan, Gerson Lalang mengatakan hujan menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan, tetapi dia mempunyai cara tersendiri dalam pengawasannya agar pekerjaan tidak tertinggal, bahkan dapat selesai lebih cepat. Menurutnya perlu ketegasan dan keseriusan dalam mengawasi pekerjaan agar tidak ada pekerjaan yang tertunda, disamping itu ada prioritas pekerjaan mana yang dapat dikerjakan bersama maupun tidak tetapi tidak mengurangi mutu atau kualitasnya.

Terkait progress pekerjaan, Kepala Satuan Kerja Bendungan, Marthen L. Tella, ST, M.Si mengatakan secara keseluruhan progress pembangunan fisik bendungan Raknamo telah mencapai 89,05% dari rencana sebelumnya 33,76%, deviasi sebesar +54,92% per tanggal 27 Maret 2017. Nilai kontrak konstruksi sebesar Rp. 710.610.540.000,-- yang dilaksanakan oleh PT. Waskita Karya, dengan Konsultan Pelaksana PT. Catur Bina Guna Persada, Kso dengan nilai kontrak sebesar Rp. 21.679.509.000,-.

Melihat progress pembangunan demikian pesat dari rencana, Kasatker Bendungan, Marthen Tella sangat mengapresiasi dan menurutnya semua itu tidak terlepas dari dukungan berbagai faktor terutama masyarakat dan pemerintah daerah. Dukungan yang didapat berupa tercapainya penyelesaian pembebasan lahan serta masalah sosial lainnya. Dari schedule rencana yang plus, juga disebabkan oleh manajemen peralatan dan tenaga kerja yang baik, sehingga jika ada kegiatan yang dapat dilaksanakan secara parallel, maka dapat dilaksanakan secara bersamaan. Melihat progress yang dicapai, untuk itu dapat dipastikan pada bulan Juli 2017 pekerjaan pembangunan akan selesai 100%.

Senada dengan itu, PPK Bendungan Raknamo Davianto F.B. Welkist, ST mengatakan, sesuai kontrak pembangunan bendungan Raknamo akan selesai pada awal tahun 2019, tetapi dengan percepatan ini yang menyisakan sekitar 11%, maka diharapkan pada bulan Juli 2017 secara fisik selesai 100%. Setelah itu akan direncanakan plaking atau ditutup pada bulan Agustus hingga September, sehingga pada awal musim penghujan bendungan Raknamo sudah mulai terisi. Sedangkan untuk PHO (Provisional Hand Over) yaitu serah terima pertama pekerjaan baru dapat  dilaksanakan pada awal tahun 2018. <Bai>

 

 

 

 

Foto Foto :