Hari Air Sedunia XXV: Bersihkan Sampah di Sungai Wolowona Ende Dan Talk Show

Sungai Wolowona di Kabupaten Ende mendapat perhatian serius dari Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) dan menjadikan salah satu pusat kegiatan Hari Air Sedunia XXV. Sungai Wolowona yang melewati Kota Ende mempunyai panjang 36 km, lebar rata-rata 15-30 m dengan tingkat kemiringan 75%, sedangkan debit air rerata sebesar 7,37 lt/dt. Sungai yang berhulu di kaki gunung Lempembusu ini airnya digunakan untuk berbagai keperluan diantaranya; untuk kebutuhan listrik (PLTA) Mikro Hidro, PDAM untuk air baku bagi masyarakat Kota Ende, untuk mencuci, untuk mandi dan sebagai tempat rekreasi. Sungai Wolowona dikenal juga sebagai sungai musiman yang pada musim hujan debit sungai meningkat dan air meluap melewati tanggul sungai sehingga terjadi banjir, sedangkan pada musim kemarau debitnya berkurang. Sungai ini mempunyai alur aliran yang sangat lebar dengan air yang dangkal serta dasar yang relative rata sehingga tidak mempunyai alur yang nyata. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya pendangkalan akibat adanya endapan material (sedimentasi) yang berlangsung terus menerus, kejadian ini mengakibatkan tampang aliran menjadi kritis dan pada akhirnya mengganggu kelancaran aliran air ke laut.

Pada hari sabtu, 18 Maret 2017 BWS NT II bersama berbagai komponen akademika dan aparat pemerintah maupun desa melakukan aksi bersih sampah. Kegiatan ini dimulai dari Kilo meter 9 Ende (Kelurahan Rewarangga Kec. Ende Timur) sebagai titik stas hingga berakhir di muara sungai di Kelurahan Mautapaga. Kegiatan dimulai pukul 6 pagi, diikuti kurang lebih 700 orang, terdiri dari mahasiswa Uniflor dan civitas akademinya, pegawai PDAM dan aparat setempat seperti Kodim dan kepolisian. Pada titik star tiap peserta dibekali tas plastik/kresek, selanjutnya mereka menyisir sepanjang sungai pada kedua sisinya sambil memungut sampah lalu memasukannya ke dalam tas kresek. Sampah-sampah yang berhasil dipungut, dibawa sampai ke muara lalu dimasukan ke bak truk sampah yang telah di siapkan. Kegiatan sisir sungai ini berakhir hingga pukul 14.00 atau kurang lebih para peserta aksi berjalan sepanjang 9 km hingga ke muara sungai. Pada kesempatan itu untuk memotifasi para peserta, maka panitia menyiapkan hadiah bagi yang mendapatkan sampah paling banyak dan plakat sebagai pengumpul sampah terbanyak. Menurut ketua panitia Yohanes Pabi, ST aksi bersih sungai ini merupakan gerakan moral yang bertujuan dengan tujuan utama membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama tidak membuangnya di sungai. Ditambahkan bahwa kepedulian masyarakat pada aksi tersebut begitu tinggi sebab walaupun tanpa pemberitahuan sebelumnya, namun begitu mereka melihat aksi bersi sungai, mereka langsung ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Melalui aksi bersih sampah di sungai Wolowona ini, panitia mengharapkan partisipasi semua pihak untuk peduli terhadap lingkungan terutama kebersihan sungai. Salah satu langkah yang dilakukan oleh BWS NT II berkaitan dengan sungai Wolowona adalah membentuk Forum Masyarakat Peduli Sungai Wolowona, selanjutnya forum ini akan menjadi wadah komunikasi, koordinasi dan konsultasi dalam pengelolaan Sungai Wolowona.

Selanjutnya pada hari itu juga, pukul 16.00 (18/03) BWS NT II bekerja sama dengan Uniflor dan RRI melangsungkan Talk show yang disiarkan secara langsung (live) bertempat di kampus Uniflor. Talk show ini melibatkan pendengar baik melalui SMS ataupun dengan telepon langsung. Talk show dengan tema “Air bersih dan air limbah untuk kehidupan” menghadirkan 6 orang nara sumber yaitu: Feri Tasi (Waka DPRD Ende), John Pela (anggota DPRD Ende), DR. Susi Sosilowati (Dosen Uniflor), Yohanes Laa (Mosalaki Ndungga), Amatus Peta dan Yakobus Ari (Budayawan Ende-Lio) dengan host Ibu Natalia Desiyanti, Notulis, Fransiskus Kososando. (Bai