Kegiatan O dan P SDA II - Program P3 TGAI di Kabupaten TTS – Soe

Pemerintah dalam hal ini Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementrian PUPR terus berupaya untuk mensejahterakan petani di pedesaan salah satunya melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 TGAI). Untuk Kabupaten TTS-Soe sebanyak 20 Desa mendapat alokasi anggaran P3 TGAI yang diperuntukan untuk rehabilitasi saluran irigasi dan peningkatan saluran tanah menjadi pasangan batu. Sebelum memulai kegiatan fisik, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi oleh Kegiatan OP SDA II Satker OP SDA NT II, selanjutnya dilakukan penandatanganan kontrak oleh masing-masing pihak terkait seperti Tenaga ahli KMB, Ketua P3A dan Kegiatan OP SDA II. Sosialisasi yang difasilitasi oleh BWS NT II dalam hal ini Kegiatan OP SDA II dihadiri oleh pejabat Kabupaten setempat, Camat, Kepala desa serta stafnya, Pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Tenaga ahli KMB serta para Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Sedangkan pada tahap pelaksanaan pembangunan pada setiap desa atau P3A didampingi oleh Tenaga ahli KMB dan TPM, yang selanjutnya dana pembangunan disalurkan langsung ke rekening Kelompok P3A. Hasil kunjungan lapangan, terlihat bahwa program P3-TGAI ini mendapat respon yang sangat baik dari para kelompok P3A, dan mereka merasa mengerjakan milik mereka sendiri yang dibiayai oleh pemerintah. Kenyataan ini terlihat pada saat anggota P3A mengerjakan saluran irigasi begitu semangat, sehingga penyelesaiannya rata-rata diselesaikan lebih cepat dari rencana, tetapi tanpa mengurangi mutu sesuai dengan ketentuan yang ada.  

 

 

P3A Hetfen Desa Tublopo 40 Tahun Menunggu Irigasi 

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Hetfen di Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten TTS, Yusuf Betty mengatakan para petani merasa senang dengan program pembangunan jaringan irigasi ini sebab manfaatnya langsung menyentuh kepada kelompok tani. Dana yang tersedia dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan saluran irigasi sepanjang 333m dengan dua buah bangunan bagi. Pengerjaan saluran dilakukan sendiri oleh kelompok tani dengan mendapat pengawasan langsung dari Tim Konsultan dan pengawas dari Kegiatan OP SDA II. “Saluran irigasi yang ada sangat bermanfaat dan menjangkau lahan yang sebelumnya kering tetapi sekarang dapat kami manfaatkan lagi”, kata Yusuf di lokasi pekerjaan dan didampingi anggota kelompok tani lainnya. Menurutnya selama 40 tahun petani di Desa Tublopo hanya memanfaatkan lahannya sekitar 4 Ha setahun sekali saja untuk bercocok tanam, yaitu pada saat musim hujan, setelah itu tidak dapat dimanfaatkan karena debit air kecil. Sebab saluran tanah yang ada tidak dapat membawa air, dimana sebagian besar terserap ke dalam tanah lalu dan habis sebelum sampai ke lahan mereka. Dengan adanya saluran irigasi ini memungkinkan bagi mereka untuk bercocok tanam minimal 2 kali setahun. Pada kesempatan itu atas nama P3A Hetfen, Yusuf Betty menyampaikan ucapan terima kasih kepada PPK OP SDA II, Chris Ahab yang telah  memberikan kepercayaan kepada P3A Hetfen dengan menyalurkan dana untuk pembangunan saluran irigasi ini yang sangat didambakan oleh P3A Hetfen selama 40 tahun. <Bai>

 

Foto-Foto :