Peresmian Bangunan Pengaman Pantai Lasiana Kupang

Jumat, 31 Maret 2017 Break Water di Pantai Lasiana Kupang-NTT diresmikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Setditjen SDA), Ir. Lolly Martina Martief, MT mewakili Dirjen Sumber Daya Air, ditandai dengan penandatanganan prasasti. Hadir pada peresmian yang berlangsung di Pantai Lasiana, Kota Kupang tersebut, Rombongan Komisi V DPR RI yang diketuai oleh Farry Dj. Francis, Walikota Kupang, Jonas Salean, SH. M.Si, Gubernur NTT yang diwakili oleh Asisten I, Johanna E. Lisapaly, Kepala Biro Hukum Kemen. PUPR, Siti Martina,SH, M.Si. Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), Ir. Agus Sosiawan, MT, para Kasatker, PPK dan staf lingkup BWS NT II serta Tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

Rangkaian peresmian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama dilanjutkan doa yang dipimpin oleh Pdt. Penina D., S.Th. Dalam sambutan Dirjen SDA, Ir. Imam Santoso, M.Sc yang dibacakan oleh Ir. Lolly Martina Martief, MT mengatakan pembangunan insfrastruktur pengamanan pantai ini merupakan salah satu program strategis Dirjen SDA Kementrian PUPR, dengan tujuan untuk menjaga abrasi dan dampak resiko lainnya yang lebih besar. Indonesia sebagai negala kepulauan dengan garis pantai sepajang 9.993.000 km, dan di NTT sepanjang 5.785 km dipandang purlu pembangunan infrastruktur pengaman pantai, terutama di NTT yang dalam 10 tahun terakhir frekwensi abrasi bertambah. Dijelaskan pembangunan infrastruktur pantai di wilayah NTT telah berjalan sejak tahun 2008 dan hingga tahun 2017 telah mengeluarkan biaya sekitar 304 miliar rupiah. Kemudian dalam  9 tahun terakhir telah dibangun pengamanan pantai sepanjang 18,8 km pada lokasi-lokasi pantai kritis di pulau Flores, Timor, Sumba dan pulau-pulau kecil lainnya, dengan prioritas pada daerah pemukiman dan obyek wisata. Terkait pantai Lasiana, dalam dua puluh tahun ini, bibir pantainya telah terabrasi sepanjang 500 m kedaratan, sehingga pantai yang indah dan alami di era tahun 1970-an ini kini menjadi rusak akibat abrasi. Demikian pula pada tahun 2014, kembali terjadi badai dan abrasi yang hebat, sehingga tanggul penahan yang dibangun pada tahun 2000 hancur. Untuk itu perlu penanggulangan yang cepat dan tepat guna menghindari dampak resiko yang lebih besar. Selanjutnya pada tahun 2016 dibangun Pengaman Pantai Lasiana sepanjang 500 m dengan bangunan pemecah gelombang, untuk mengendalikan abrasi pada obyek wisata seluas 3,5 ha ini. Pembangunan ini menggunakan anggaran APBN tahun 2016 sebesar 20,7 miliar rupiah dan dilaksanakan oleh Satker PJSDA NT II BWS NT II.

Senada dengan itu Kepala Balai WS NT II, Ir. Agus Sosiawan, MT dalam laporannya mengatakan BWS NT II sebagai perpanjangan tangan dari Ditjen SDA Kementrian PUPR di NTT bertugas diantaranya melakukan pembangunan dibidang SDA, maka sejak tahun 2009-2016 Balai WS NT II telah membangun pengaman pantai di Kota Kupang sepanjang 3,54 Km dari panjang pantai kritis di Kota Kupang sepanjang 9,5 Km. Dimana pantai kritis ini terbentang dari Pantai Namosain, Oeba, Pasir Panjang, Paradiso Oesapa, Nunsui dan pantai Lasiana. Dari data tersebut masih terdapat 5,96 Km pantai kritis yang belum tertangani di Kota Kupang. Dengan berdirinya pengaman pantai Lasiana diharapkan partisipasi dari semua pihak dalam menjaga dan memelihara bangunan ini, sehingga dapat terjamin keberadaan dan kemanfaatannya.

Walikota Kupang, Jonas Salean,SH, M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dengan dibangunnya pengaman pantai Lasiana ini, dan selanjutnya akan dikelola oleh Pemprov. NTT. Menurutnya pantai Lasiana sebelumnya mengalami abrasi yang cukup hebat, dan dengan adanya pengaman pantai, maka daerah ini menjadi aman dari hantaman gelombang. Diharapkan kedepannya agar dapat dibangun lagi pengaman pantai sepanjang 5,96 km di Kota Kupang yang belum belum terbangun sebagaimana dalam laporan Kepala BWS NT II, agar ekosistim dipantai ini tidak rusak oleh abrasi. Tidak lupa disampaikan ucapan selamat kepada Kepala Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan, MT yang baru dilantik menggantikan Deppy Cipta, SST yang telah memasuki masa pensiun.   

Gubernur NTT yang diwakili oleh Asisten I, Johanna E. Lisapaly mengatakan penataan obyek wisata Lasiana yang terpenting ditujukan untuk kepentingan masyarakan dan pengunjungnya. Menurutnya pembangunan pengaman pantai ini sangat bermanfaat dan sudah terwujud dalam menjaga lingkungan sekitar pantai Lasiana dari terjangan ombak.

Ketua Komisi V DPR RI, Fari Dj. Francis diawal sambutannya memperkenalkan tim Komisi V yang hadir diantaranya Pak Syahrulan (PAN/NTTI), Yosep Umarhadi (PDIP), Fahri Salim (Golkar/Aceh), Johni (Hanura), Ibu Neng (PPP) dan juga Prof. Budi (Warek UGM). Dijelaskan kehadiran Komisi V dengan agenda Penyusunan Draft UU Tentang Sumber Daya Air yang telah berlangsung di Hotel Aston pada pagi hari. Terdapat tiga daerah yang dikunjungi dalam rangka pembahasan SDA yaitu Jawa Tengah dan Sulsel. Pada kesempatan itu Farry menanyakan langsung manfaat Pengaman pantai Lasiana dengan break water kepada salah satu tokoh masyarakat, Pak Mesak tentang manfaat dari pengaman pantai ini untuk masyarakat. Pak Mesak menjawab pengamanan pantai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung, dan mereka tidak takut lagi terhadap gangguan buaya. Demikiian pula dengan perahu-perahu dari nelayan manjadi aman dari hantaman gelombang dengan adanya break water ini. <Bai>

Foto - Foto:

Foto Bersama Setditjen SDA, Ir. Lolly Martina Martief, MT dengan Kepala Balai, Ir. Agus Sosiawan, MT, para Kasatker, PPK dan Staf BWS NT II