Progres Bendungan Raknamo 95,92% per 23 September 2017 Impounding Desember 2017

Bendungan Raknamo merupakan salah satu dari 7 bendungan yang dicanangkan pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo di NTT dan merupakan program strategis nasional. Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), Ir. Agus Sosiawan, ME mengatakan pada saat konfrensi pers (23/09) di Gedung Unit Pengelola Bendungan Serba Guna Raknamo bahwa ke-tujuh bendungan tersebut yaitu: Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu dan Bendungan Napungete di Kabupaten Maumere yang tengah dikerjakan, Bendungan Temef di Kabupaten TTS akan segera dikerjakan pada tahun 2018. Direncanakan juga Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Bendungan Lambo di Kab. Nagekeo, selanjutnya diusulkan juga oleh Pemda. Provinsi NTT sebagai calon bendungan dengan lokasi di Kabupaten Ngada, Kabupaten Sumba Barat dan di Kabupaten Sumba Timur. Terkait dengan bendungan Raknamo, Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan mengatakan progress fisik per 23 September 2017 bendungan yang dikerjakan sejak bulan Desember 2014 telah mencapai 95,92%. dan keuangan 85,65% dari rencanan 46,95%, dengan demikian terjadi percepatan pembangunan dari semula 5 tahun atau selesai pada tahun 2019, menjadi 3 tahun. Hadir pada kesempatan itu Kasi Pelaksanaan Constandji Nait, SP, MT, Kasatker Irigasi dan Rawa, Ir. Yayat Sumaryat, MT, Kasatker OP SDA NT II, Fernando Rajagukguk, SST. MT, PPK Bendungan Raknamo, Frengky Welkis, ST, PPK Irigasi & Rawa I, Ruben Riwu, ST, MPSDA, PPK Irigasi & Rawa II, Frits Balle, ST, Bapak Siswantoro Geologis Kontraktor pelaksana PT. Waskita Karya dan wakil dari Konsultan Supervisi. Pada kesempatan itu dijelaskan bahwa dari progress 95,92% bendungan dengan Tipe Urugan Zonal inti tegak dan tinggi Bendungan Utama 37m ini, realisasi pekerjaan yang telah dilaksanakan yaitu: Tubuh Bendungan Utama, Saluran dan Terowongan pengelak, Bangunan pelimpah (Spillway), Bendungan Pelana (Saddle dam), Primary cover dam (Up stream dan Down stream), Bangunan fasilitas (Gardu pandang), Pemasangan instrument pada tubuh bendungan, Akses jalan masuk seppanjang 3,5 Km dan Jalan inspeksi sepanjang 8,7 Km yang menyisakan sepanjang 500m. sedangkan pekerjaan yang telah selesai 100% yaitu pekerjaan terowongan pengelak dan pekerjaan main dam temporary coffer dam.

Bendungan Multi Fungsi
Melihat  progress yang telah dicapai (95,92%) dipastikan pada bulan Desember 2017 dilakukan Impounding atau penggenangan air Bendungan dengan kapasitas tampungan total sebesar 14,09 m3. Tetapi sebelum impounding dilakukan sertifikasi pengisian dan dilakukan penutupan. Setelah penggenangan, untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya baik dalam operasional dan pemeliharaannya, selanjutnya dilakukan proses sertifikasi untuk Operasi dan Pemeliharaan.
Dari sisi fungsinya Bendungan Raknamo merupakan bendungan yang serba guna (multy fungsi) dengan berbagai manfaat yang dapat dilayani yaitu: Untuk irigasi seluas  hingga 1250 ha (lahan potensial), pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan kapasitas 0,22 MW, penyediaan air baku sebesar 100 l/dtk dimana pembangunan jaringan air baku akan dilaksanakan pada tahun 2018 dan diharapkan pada tahun 2019 sudah selesai dan di gunakan untuk masyarakat di Kabupaten Kupang. Untuk itu dilakukan upaya koordinasi baik dengan Pemda Kabupaten Kupang menyangkut kesiapannya untuk menyediakan jaringan rumah tangganya dan dengan SPAM Cipta karya yang sudah berlangsung dengan baik.
Pada sesi tanya jawab disampaikan kendala yang di hadapi oleh rekanan (PT. Waskita karya) akhir-akhir ini dimana PT. Semen Kupang tidak dapat mensupalai semen untuk pembangunan Bendungan Raknamo sesuai dengan kebutuhan. “memang selama ini sudah ada MOU antara PT. Waskita Karya dengan PT. Semen Kupang untuk memenuhi kebutuhan semen, namun belakangan ini PT. Semen Kupang tidak dapat memenuhi kebutuhan semen sesuai kesepakatan untuk pembangunan Bendungan Raknamo”, jelas Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan dan berharap permasalahan semen dapat diatasi secepatnya, salah satunya dengan membeli langsung di toko-toko, tetapi masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan semen. Permasalahan ini juga sudah disampaikan kepada Gubernur NTT tentang kelangkaan semen kupang, dan jika PT. Waskita Karya mendatangkan semen dari luar NTT diharapkan tidak ada komplein untuk pengadaan semen tersebut. Kelangkaan semen ini dibenarkan oleh Geologis Waskita Karya, Siswantoro dimana akhir-akhir ini mereka kesulitan bahan baku terutama semen, sehingga sempat terhabat pengerjaan pembangunan yang memerlukan semen seperti pekerjaan beton, untuk itu kekosongan tersebut diupayakan dengan membeli langsung dari took-toko.
Terkait lamanya waktu pengisian atau penampungan air pada bendungan Raknamo dijelaskan bahwa jika dihitung dari simulasi curah hujan 1200mm/tahun maka diperlukan 2 musim hujan untuk menggenangi bendungan Rakanamo. Tetapi melihat curah hujan pada 2 tahun terakhir ini dimana curah hujan lebih dari 1200mm/tahun maka bendungan Raknamo akan terisi penuh dalam satu musim hujan saja, selanjutnya dapat dioperasikan. Demikian pula dengan layanan luasan lahan irigasi yang dapat dilayani seluas 841 Ha, selanjutnya bila kita kelola dengan baik maka pelayanan dapat dikembangkan lebih luas lagi menjadi 1200 Ha, sesuai dengan pola tanam tertentu seperti Padi, Palawija, Palawija.
Dijelaskan bahwa bendungan Raknamo dibangun pada lahan seluas 245,39 Ha yang semula berada dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas Sisimeni Sana, tetapi pada saat ini telah berubah status peruntukannya menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.357/Menlhk/Setjen/PLA.0/5/2016 tanggal 11 Mei 2016 tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan menjadi Bukan Kawasan Hutan. Perubahan fungsi kawasan hutan di Provinsi NTT ini dalam rangka peninjauan kembali RTRW Prov. NTT sesuai dengan permohonan Gubernur NTT (Bai)

 

Gambar 1. Bendungan Raknamo dalam progress 95,92% per 23 September 2017

 

Gambar 2. Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME dan rombongan

meninjau lokasi pembangunan Bendungan Raknamo

 

 

Gambar 3. Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME dan rombongan

meninjau lokasi pembangunan Bendungan Raknamo

 

 

Gambar 4. Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME dan rombongan di ruangan Power House

dimana terdapat Turbin pembangkit listrik 0,22 MW dan sebagai tempat pembagian air irigasi dan air baku

 

FOTO-FOTO LAINNYA dapat dilihat pada galeri foto kami :

<< KLIK DISINI >>