Progres Pembangunan Bendungan Napun Gete Lebih Cepat Dari Rencana

Bendungan Napun Gete terletak di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT langsung dikerjakan setelah dilakukan penandatanganan kontrak pada tanggal 7 Des. 2016 antara Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) selaku pengguna jasa dan PT. Nindya Karya (PT. NK) selaku penyedia jasa dengan Nomor Kontrak : HK.02.03/SATKER/PJSA-NT.II/DSE.II/302/XII/2016, tanggal 7 Des. 2016, Nilai Kontrak : Rp. 849.939.499.000,- dengan SPMK : HK.02.03/PJSA-NT.II/BEND/310/XII/2016 tanggal 9 Des. 2016, Waktu Pelaksanaan : 1.470 Hari Kalender, (tahun 2016 s.d 2020). Sedangkan pekerjaan supervisi dikejakan oleh PT. Indra Karya, PT. Inakko International Konsulinda dan PT Virama Karya sebesar 34,72 miliar dengan No. Kontrak HK.02.03/SATKER/PJSA SDA-NT.II/DSE.II/303/XII/2016, Tanggal: 09 Desember 2016 dan No SPMK : HK.02.03/SATKER/PJSA SDA-NT.II/DSE.I/311/XII/2016, Tanggal: 09 Des. 2016. Penandatanganan kontrak berlangsung di Kantor Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.

Letak Bendungan

Lokasi pembangunan bendungan Napun Gete terletak diantara 2 desa, yaitu Desa Ilin Medo dan Desa Werang Kecamatan Waiblama. Secara geofrafis terletak sekitar 122* 35’ 38” BT dan 08* 33’ 129 LS pada ketinggian atau El.+218 (muka air normal) dengan diairi oleh sungai Napun Gete. Untuk mencapai lokasi bendungan dapat ditempuh dari Maumere melalui jalan nasional menuju arah Kota Larantuka, pada 38 km di pertigaan Desa Nangahela belok kanan menuju jalur arah ke Pruda sepanjang 12 Km yang melewati Desa Nangahale-Desa Tua Bao dan Desa Ilin Medo. Bendungan dengan luas areal genangan sebesar 85,96 Ha ini membutuhkan lahan untuk pembangunan seluas 161,6 Ha. Lahan tersebut terdiri dari  3,6 Ha milik bantaran sungai dan seluas 158 Ha milik masyarakat yang juga merupakan daerah terdampak dimana 89,6 Ha berada di Desa Ilin Medo dan 68,4 Ha di Desa Werang.

Tujuan dibangun Bendungan Napun Gete yang memiliki tampungan max 14,34 juta m2 yaitu, untuk pengendalian banjir di daerah hilir, untuk menyediakan air baku bagi warga Kota Maumere sebesar 214 ltr/dtk, untuk menyediakan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 300 Ha serta memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,78 Megawatt,  diharapkan juga Bendungan Napun Gete akan menjadi ikon wisata di Sikka.  

Pembebasan lahan merupakan permasalahan tersendiri yang mewarnai pembangunan bendungan Napun Gete, dimana pada bulan Februari 2017 Pemda Kab. Sikka melalui anggaran APPBD baru melakukan pembebasan lahan seluas 23,4 Ha dari 158 Ha, sedangkan sisa lahan seluas 134,6 Ha akan dibebaskan secara bertahap. Pembebasan lahan yang belum tuntas dan curah hujan yang tinggi mengawali pekerjaan awal yaitu galian, sehingga praktis pembangunan efektif baru berjalan selama 2 bulan terakhir. Tetapi semua itu tidak menjadikan pembangunan bendungan Napun Gete terhambat, bahkan pembangunannya mengalami surplus dimana realisasi pembangunan lebih cepat dari rencana.

Progres Pembangunan Mengalami Surplus

Kenyataan ini disampaikan oleh Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan,ME melalui PPK Bendungan III, Achmad Soehono, ST, MT bahwa progres fisik pembangunan bendungan Napun Gete mengalami surplus, dimana per 5 Juni 2017 telah mencapai 3,27% dari rencana 1,63% dengan deviasi 1,64% terhadap nilai kontrak. Kemajuan yang dicapai berkat kerjasama yang baik dan solid dibarengi dengan inovasi dalam menyelesaikan pembangunan ini. Ditambahkan bahwa komunikasi yang baik antara Direksi, kontraktor dan konsultan supervise perlu dibangun, demikian pula dengan pemerintah daerah setempat serta masyarakat sekitarnya. Untuk realisasi keuangan 2.943% dari rencana keuangan 1,634% dengan deviasi: 0,333%. Disampaikan juga progress pekerjaan Supervisi sebesar Realisasi Fisik : 7,983% dari rencana 1,841 %.

Kerjasama Tim Yang Solid

Mewakili PT. NK yaitu Site Operation Maneger, I Nyoman Gede Indira Suryanata didampingi DR & HSE Coordinator, Wahyudi Mustofa, Kepala Pelaksana, A.A. Gede Agung, Staf Enginer, Fajar Sidiq dan Aji Lutfi mengatakan pekerjaan pembangunan Bendungan Napun Gete berlangsung sesuai dengan rencana bahkan progress pekerjaannya surplus. Keadaan ini menurutnya dicapai melalui kerja keras dan kerjasama dalam tim yang solid, yaitu direksi, kontraktor dan konsultan, disamping itu dilakukan inovasi serta terobosan agar terjadi percepatan pekerjaan. Pekerjaan awal seperti galian dengan buangannya menjadi kendala sendiri ditengah lahan yang terbatas, untuk itu dilakukan terobosan dengan pendekatan kepada masyarakat agar mendapatkan lahan disposal (buangan hasil galian) selanjutnya, karena lahan disposal I (satu) penuh. “Untuk lahan disposal satu termasuk speilbenk dan stokpail dari hasil galian conduit yang sudah penuh dan perlu dicari lahan buangan lainnya, jadi kita berinovasi kembali untuk mencari lahan disposal dua, yang berada disisi Downstream (hilir), bukan disisi Upstream”, jelas Nyoman dimana lahan disposal tersebut sudah disepakati bersama dengan warga. Disamping galian juga sudah diselesaikan pembangunan bangunan pelengkap seperti bangunan operasional yaitu bangunan untuk Direksi, untuk Kontraktor dan bangunan untuk Konsultan serta laboratorium dan klinik. Bangunan untuk pekerja yang terletak disamping laboratorium juga dalam tahap penyelesaian. Menurut Nyoman pekerjaan bendungan Napun Gete melibatkan sebanyak 169 personil dan disukung oleh sejumlah peralatan berat. Penambahan alat berat dilakukan secara bertahap sesuai dengan volume dan kebutuhan yang telah terjadwal.

Pola Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Bendungan Napun Gete menurut Pak Yudi sudah dijalankan sesuai dengan standarnya (SOP) yaitu yang sesuai dengan sistim manajemen K3L Occupational Healt And Safety (OHSAS) dan ISO dimana para pekerja sudah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Para areal bendungan juga sudah dipasangi rambu-rambu yang dipasang sejak dari pintu masuk dan pada areal rawan kecelakaan. Demikian pula untuk meminimal debu dilakukan penyiraman di seputaran galian dan akses jalan masuk serta pada halaman kantor. Untuk klinik (P3K) nantinya akan berfungsi untuk menolong pekerja yang mengalami kecelakaan dan . Untuk tanggap darurat dipasangi sirine yang juga sebagai tanda masuk kerja. Dilakukan juga berbagai simulasi seperti simulasi tanggap darurat (P3K) maupun simulasi kebakaran.

Foto-Foto :