Luas Tanah dan Gambaran Umum Tanah

1. Luas Tanah yang Dibutuhkan

Berdasarkan hasil detail desain rencana pembanguan Bendungan Raknamo, daerah luas genangan Waduk untuk Spillway akan mencapai elevasi +101,00 meter dari permukaan laut, akan membutuhkan tanah seluas ± 147,30 Ha, dan puncak bendungan akan mencapai elevasi +106,20 meter dari permukaan laut, akan membutuhkan tanah seluas 197,34 Ha.

2. Gambaran Umum Status Tanah

Daerah tersebut merupakan padang penggembalaan/lahan semak-semak yang berstatus tanah ulayat dengan bentuk penguasaan/kepemilikan komunal oleh 3 (tiga) keluarga besar (marga) penduduk setempat yaitu Tanah keluarga Sora seluas ± 17 Ha, Tanah keluarga Anin seluas ± 70 Ha, Tanah Kelurga Tanaen seluas ± 80 Ha, sedangkan sebagian kecil merupakan Kawasan Hutan Produksi Terbatas/HPT (± 17 – 20 Ha) termasuk dalam Kawasan Hutan Sisimeni Sanam(RTK 185) yang penetapannya dilakukan ketika akan diusahakan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) sekitar tahun 1985-an. Untuk kawasan hutan ini, karena berada dalam wilayah kehutanan, maka harus ijin ke Menteri Kehutanan sesuai Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.18/Menhut-II/2011 yang dirubah dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.38/Menhut-II/2012 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

3. Perkiraan Jangka Waktu Pelaksanaan Pengadaan Tanah

Jadwal pembebasan tanah dan pemindahan aset milik penduduk pada lokasi rencana pembanungan Bendungan Raknamo sebagai berikut :

No. Uraian Pekerjaan Jangka Waktu (bulan)
Okt 2013 Nop 2013 Des 2013
1. Sosialisasi Pembebasan Tanah      
2. Pembebasan tanah dan pemindahan 20 makam      
3. Ijin Pakai Kawasan Hutan      
4. Penyerahan Lokasi ke BWS Nusa Tenggara II