Rencana Penganggaran, Kronologi Perencanaan, dan Usia Guna Waduk

Rencana Penganggaran. Adapun anggaran untuk rencana pembangunan Bendungan Raknamo secara bertahap sebagai berikut:

Anggaran Perencanaan : Rp. 5.200.000.000.-

Anggaran Persiapan/Pembebasan Lahan : Rp. 210.000.000.-

Anggaran Pelaksanaan (termasuk biaya administrasi, jasa supervise, biaya tak terduga dan eskalarasi harga ) : Rp. 500.000.000,- / tahun

Sumber Dana : APBN & Pinjaman Luar Negeri

Kronologis Perencanaan

Wilayah/kawasan dataran Naibonat setiap tahun di musim hujan mengalami banjir dan dimusim kemarau sangat sulit mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari, dengan adanya pengembangan wilayah tersebut sebagai pusat Kota Kabupaten Kupang, akan meningkatkan kebutuhan air baik air minum maupun air irigasi. Salah satu alternatif penyediaan air adalah pembangunan tampungan air berupa bendungan dengan distribusi air secara grafitasi melalui saluran terbuka maupun tertutup. Potensi Bendungan Raknamo dikaji secara bertahap melalui serangkaian tahapan penelitian sebagai berikut:

  1. Studi kelayakan Bendungan Raknamo dilakukan oleh PT. Siar Plan pada Tahun 2003
  2. Detail disain Bendungan Raknamo dilakukan oleh PT. Indra Karya pada Tahun 2005
  3. Studi Amdal oleh CV. Konindo pada Tahun 2005 (gagal di Tim Teknis)
  4. Stdi AMDAL oleh PT. Andal Persada Utama Raya  pada Tahun 2011 dan gagal di Tim Teknis.

Usia Guna Waduk

Dari hasil analisa sedimen, laju sedimentasi di Waduk Raknamo mencapai 60.790 m3 per tahun. Berdasarkan laju sedimentasi ini, maka pengendapan sedimen sampai elevasi +87 m adalah 50 tahun.