Rencana Distribusi Air

Rencana pendistribusian air dari Bendungan Raknamo terbagai dalam dua bagian yaitu pengembangan jaringan air baku bagi Ibukota Kabupaten Kupang dan penduduk disekitarnya, sedangkan untuk air irigasi terdapat dua alternatif pengembangan.

a) Pengembangan Jaringan Air Baku

Sistem Pengembangan Jaringan Air Baku dari Bendungan Raknamo adalah melayani kebutuhan air baku untuk penduduk dan peternakan. Pemukiman penduduk yang dapat dilayani adalah pemukiman penduduk di Desa Raknamo, Desa Manusak dan Kelurahan Naibonat.

Disamping itu,  dengan direncanakannya ibukota Kabupaten Kupang  di Oelmasi, maka perhitungan kebutuhan air baku juga mempertimbangkan kawasan pemerintahan dan pertumbuhan industri di Kelurahan Naibonat.

Total kebutuhan air baku yang harus dipenuhi berdasarkan hasil analisis  adalah   100 l/dt. Dari intake di Bendungan Raknamo, air di alirkan dengan kondisi tekan dan dialirkan sampai dengan Bangunan Out Let II (Valve House II) yang berada di Nunsono dengan menggunakan pipa GSP dengan garis tengah 1,00 m.

Dari Bangunan Out Let II (Valve House II) air di alirkan dengan  menggunakan pipa GSP bergaris tengah 0,50 m ke Bangunan out let III (Valve House 3) yang ditempatkan di Dusun Keniti Desa Raknamo.  Dari Bangunan Out Let III (Valve house 3) di Dusun Keniti ini jaringan pipa transmisi dibagi 2, yaitu: ke Desa Raknamo dengan sistem pompa air di alirkan ke Reservoir Raknamo dan ke Desa Manusak, Kelurahan Naibonat dengan sistem gravitasi.

b) Pengembangan Jaringan Irigasi

Memperhatikan sistem sungai dan hasil analisis water balance pada sistem sungai serta jaringan irigasi di hilir bendungan, maka Alternatif pengembangan adalah sebagai berikut:

1.    Alternatif I

Sistem Jaringan DI. Kuledoki dan DI. Potensial ( Desa Raknamo, Desa Manusak dan Desa Naibonat)  terpisah:

  • Bendungan Raknamo akan mengairi areal irigasi potensial yang terletak di sebelah kiri Sungai Noel Airkom ( Desa Raknamo, Desa Manusak dan Desa Naibonat)  seluas 1.250 ha. Luas tersebut di atas termasuk DI. Existing Nunsono seluas 60 ha.
  • Tanpa suplai dari Bendungan Raknamo, Total Luas areal DI. Kuledoki I dan II yang bisa diairi dengan memperhitungkan debit tersedia dari Sungai Noel Jabe, Sungai Noel Fatutuap, Sub DAS Noel Puames di hilir Bendungan Raknamo, spill out Bendungan Raknamo adalah 1.121 ha.
    Luasan ini di asumsikan Bendungan Suplesi Kuledoki II disamping untuk suplai Bendung Kuledoki I, juga untuk mengairi dataran tinggi di atas lahan DI. Kuledoki I. Elevasi Bendung Suplesi Kuledoki II adalah + 50 m, sedangkan Elevasi Bendung Kuledoki I adalah + 37.5 m. Luas potensial areal DI. Kuledoki I adalah 870 ha dan Luas potensial areal DI. Kuledoki II adalah 251 ha

2.    Alternatif II

Sistem Jaringan DI. Kuledoki dan DI. Potensial (Desa Raknamo, Desa Manusak dan Desa Naibonat)  menjadi satu.

Debit Air untuk DI. Kuledoki II, diperoleh dari intake Bendungan Raknamo, spill out Bendungan Raknamo  dan Debit dari Sub DAS Noel Puames di hilir bendungan serta Debit air dari Sungai Noel Fatutuap. Kebutuhan air untuk Areal Potensial dan Suplesi DI. Kuledoki dilakukan dengan cara:

  • Dari Bendungan Raknamo debit dialirkan ke Sungai Noel Puames (Airkom) sampai dengan Bendung Suplesi Kuledoki II. Bendung Suplesi Kuledoki II ini juga menerima sejumlah debit dari dari Sub DAS Noel Puames di hilir Bendungan Raknamo dan Debit air dari Sungai Noel Fatutuap.
    Bendung Suplesi Kuledoki II berfungsi untuk :
    • Mengairi areal irigasi potensial di sebelah kiri Sungai Noel Airkom (DI. Raknamo) dengan elevasi di bawah + 37.5 m.  Luas areal yang bisa diairi adalah 660 ha,  yang terletak di Desa Manusak dan Kelurahan Naibonat.
    • Mengairi Areal Potensial DI. Kuledoki II seluas 251 ha dan suplesi DI. Kuledoki I seluas 870 ha.
  • Dari Bendungan Raknamo, debit dialirkan melalui pipa dengan sistem pipa tekan sampai dengan out let pipa di daerah Nunsono. Areal yang diari adalah areal potensial dengan elevasi di atas + 37,5 sampai elevasi + 80 m. Luas areal yang bisa diairi  adalah 590 ha, yang terletak di Desa Manusak dan Desa Raknamo. Areal ini sudah termasuk DI. Nunsono existing di Desa Raknamo seluas 60 ha.

Gambar Sistem Operasi Waduk Raknamo, Alternatif I

Gambar Sistem Operasi Waduk Raknamo, Alternatif II