Berita Surat Kabar

Jika Airnya Sudah Dialirkan ke Sawah, Petani Siap Pesta di Bendungan Raknamo

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Ratusan petani pemilik 600 hektar sawah yang membentang di 'mulut' Bendungan Raknamo menyatakan sudah siap menggarap sawahnya jika bendungan itu sudah diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, bulan Desember 2017 mendatang.

"Kami sudah siap pesta di Bendungan Raknamo. Jika airnya sudah bisa dialirkan tahun depan, pasti kami panen besar-besaran dan akan gelar pesta syukuran," kata Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Muda di Desa Raknamo, Simon Y Dethan, Selasa (1/11/2016).

Ia menjelaskan, sejak tahun 1956, areal sawah tadah hujan di Raknamo mengandalkan curah hujan. Jika curah hujannya melimpah, maka panen padi sawah melimpah. Tapi kalau curah hujan sedikit, maka panen padi juga sedikit. Bahkan gagal tanam dan gagal panen.

Dethan mengatakan, sudah 50 tahun kehidupan petani sawah di Raknamo bergantung dari kemurahan alam.
"Jika tahun depan Bendungan Raknamo diresmikan, maka kebutuhan air sawah sudah bisa diatur secara teknis dan modern. Sebab, cadangan air melimpah di bendungan," ujar Dethan, yang juga menjabat Kepala Dusun 3 Desa Raknamo.

Penjelasan senada disampaikan beberapa pemilik lahan sawah tadah hujan di Raknamo, yaitu Marthen Fanggidae, Simon Seubelan, dan Markus Seme.

"Sudah dua tahun ini kami gagal tanam dan gagal panen. Sebab curah hujan sangat sedikit. Jika tahun depan air Bendungan Raknamo diresmikan, maka kami sangat gembira. Kami akan garap lahan kami," kata Fanggidae.

Sebelumnya, Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, sebagai Ketua Tim Rekayasa Sosial Proyek Bendungan Raknamo, menegaskan, 600 hektar sawah sudah siap menerima air dari Bendungan Raknamo. Sawah-sawah ini menyebar di sekitar Bendungan Raknamo, yang kini sedang dalam proses pembangunan oleh PT Waskita Karya.

"Kalau Pak Presiden Jokowi saat resmikan Bendungan Raknamo tahun 2017 nanti, airnya langsung dialirkan ke sawah-sawah sekitar bendungan, maka ada 600 hektar siap digarap," katanya.

Paut menjelaskan, sisa 600 hektarnya, akan digarap tahun berikutnya. Sisa sawah 600 hektar itu menyebar di Oesao, Nunkurus, Pukdale, dan Naibonat.

"Sisa 600 hektar lainnya adalah sawah tadah hujan juga. Sawahnya sudah ada. Nanti setelah pekerjaan irigasi primer dan sekunder selesai, sisa 600 hektar ini bisa menyusul digarap melalui irigasi teknis yang modern," katanya.

Sekarang, kata Paut, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II sedang merancang pembangunan saluran irigasi primer untuk mengalirkan air ke areal persawahan sekitar Bendungan Raknamo.

Tahun 2016, BWS NT II Bangun Tembok Penahan Sungai Mota Ain dan Mota Masin

Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Provinsi NTT telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Tembok penahan Sungai Mota Ain, di Kabupaten Belu dan tembok Penahan Sungai Mota Masin di Kabupaten Malaka.

Kedua Sungai ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat karena kedua sungai ini merupakan sungai yang melintas di daerah perbatasan RI-Timor Leste. BWS NT II Provinsi NTT juga membangun pengaman sungai Benenain di desa Haitimuk, Kabupaten Malaka dan Sungai Malibaka di Kabupaten Belu.

Demikian dikemukakan Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Provinsi NTT Deppy Cipta,SST, melalui Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pemanfaatan Jaringan Sumber Air (PJSA) Nusa Tenggara II, Marthen L.Tella,ST.,M.Si yang disampaikan oleh PPK Sungai dan Pantai I, Pahlawan Perang,ST,MT kepada wartawan Likuraionline Rabu, 2 Februari 2016.

Tahun 2016 BWS NT II Bangun 62 Embung Serbaguna di Pulau Timor

Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Provinsi NTT membangun 62 embung serbaguna pada Tahun Anggaran 2016 di Pulau Timor, Alor, Sabu Raijua dan kabupaten Rote Ndao.

62 Embung yang dibangun tersebut 60 buah embung serbaguna merupakan pembangunan embung baru sedangkan dua embung serbaguna lainnya merupakan lanjutan pembangunan yakni lanjutan Pembangunan Embung serbaguna Oenaem di kabupaten TTU dan lanjutan Pembangunan embung serbaguna Oematnunu di Kabupaten Kupang.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Provinsi NTT, Deppy Cipta, SST yang dikonfirmasi melalui Kepala Satuan Kerja (Satker) Non Vertikal Tertentu (NVT) Pemanfaatan Jaringan Sumber Air (PJSA) Nusa Tenggara II, Marthen L.Tella,ST.,M.Si mengatakan, tahun 2016 ini BWS NT II Provinsi NTT akan membangun 60 embung serbaguna  dan lanjutan pembangunan 2 buanh embung serbaguna di kabupaten TTU dan kabupaten Kupang.

Embung-embung yang dibangun tahun ini merupakan embung serbaguna yang multi fungsi. “Tahun ini BWS NT II bangun embung serbaguna sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan air bersih, pertanian, peternakan dan irigasi,”katanya.

Mantan PPK PKSDA 1 ini menguraikan, 62 embung serbaguna yang dibangun itu, 7 buah embung serbaguna akan dibangun di Kabupaten Kupang, 5 buah embung serbaguna akan dibangun di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, 10 buah embung serbaguna akan dibangun di Kabupaten Timor tengah Selatan, 6 buah embung serbaguna akan dibangun di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Mimpi Deppy Cipta Jatnika Atasi Kebutuhan Air di NTT

Nusatimes.com – Nusa Tenggara Timur merupakan sebuah provinsi yang masih sangat membutuhkan sarana-prasarana air bersih. Berbagai masalah dan kendala seperti kekeringan dan rawan pangan kerap terjadi karena masyarakat kekurangan air. Menghadapi fenomena ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama bekerja dan berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan air di Nusa Tenggara Timur. Demikian guratan pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai NTT II, Deppy Cipta Jatnika. Mengatasi permasalahan air di NTT merupakan mimpi besar yang akan dilakukan.

Ditemui Aktualita-ntt di sela-sela kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Deppy Cipta Jatnika mengatakan, untuk mengatasi masalah kekeringan di Nusa Tenggara Timur, dirinya sebagai Kepala Balai Wilayah Sungai NTT II bersama seluruh mitra terkait bersedia membuat design-design kebutuhan air masyarakat. Menurutnya, pembangunan embung-embung dan bendungan serta irigasi di Nusa Tenggara Timur perlu diperbanyak demi memenuhi kebutuhan masyarakat baik itu yang berprofesi sebagai petani maupun peternak.

Dua Paket Proyek Embung di NTT Baru Terkontrak

POS KUPANG.COM, KUPANG-- Dua paket pekerjaan proyek bidang embung di Provinsi NTT baru terkontrak pada awal Mei 2014 pasca revisi DIPA . Proyek bidang embung tersebut berada di SNVT PJSA NT II, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II).

Kepala Satker SNVT PJSA NT II, Ir. Deppy Cipta melalu PPK Embung Wil Flores, Alfred Lukas, ATP, Msi, membenarkannya saat ditemui Pos Kupang di Kupang, Rabu (21/5/2014).

"Dua paket pekerjaan bidang embung baru terkontrak awal Mei 2014. Sedangkan tiga peket pekerjaan bidang embung lainnya di wilayah Flores audah terkontrak sejak 7 Februari 2014," jelas Alfred Lukas
 

Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Gelar PKM

Laporan Wartawan Pos Kupang, Apolonia Dhiu

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) rencana pengelolaan SDA wilayah sungai Noelmina Tahap II di Aula Jhon's Hotel Kupang, Rabu (22/10/2014).

Pertemuan ini bertujuan menyampaikan hasil analisis desain dasar dan pra kelayakan serta konsep matrik dasar penyusunan program dan kegiatan dari pengelolaan SDA selama 20 tahun ke depan.

Selain itu, PKM juga memperoleh masukkan, tanggapan, koreksi, klarifikasi sesuai harapan dan keinginan para pemilik kepentingan dalam pengelolaa SDA.

Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Teken 68 Paket Proyek

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG--Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) melakukan penandantanganan (teken) kontrak paket pekerjaan dengan mitra/rekanan pemenang yang akan mengerjakan paket proyek APBN 2015 yang menjadi porsi/tanggungjawab satker/PPK BWS NT II di wilayah Provinsi NTT.

Paket teken kontrak bersama mitra rekanan dilakukan dihadapan Kepala BWS NT II, Ir. Charisal R Manu. Msi di Kantor BWS NT II, di Jalan Frans Seda, Kota Kupang, Selasa (17/3/2015) siang.

Hadir Kepala Bidang (Kabid) SDA dan Irigasi Dinas PU NTT, Ir. Djajadi, Sp1 mewakili Kadis PU NTT, Ir. Andre Koreh, MT, Kasatker PJPA Ir. Agus Sosiawan, ME, Kasatker PJSA, Ir. Deppy Cipta, Kasie Perencanaan dan OP, Ir. Marchabhan Soeparno, Msi, Kasie Pelaksanaan, Ir. Endiyo Rahardjo, MT, Kasubag TU, Alex Leda, ST, MT sejumlah PPK, Ir. Yayat Sumaryat, Ir. Fernando Radjagukguk, MT, Frengky Welkis, ST, Ruben Riwu, ST, MP.SDA, Ir.Pahlawan Perang, MT, Ir. Minggus Dama, MT, Alfred Lukas, ATP, Msi, Datuk, Soeparno, ST,MT, Ir. Ir. Jhon Fernandes, Msi